Probolinggo, Patrolipos
Sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional, Kota Probolinggo menandai momen bersejarah dengan Festival Merdeka Belajar yang meriah. Gedung Kesenian di Jalan Suroyo berubah menjadi pusat perhatian, memamerkan karya-karya mengagumkan yang merupakan hasil dari semangat belajar siswa.

Acara dibuka dengan suka cita oleh Penjabat Wali Kota Nurkholis, disertai dengan kehadiran tokoh-tokoh penting lainnya, termasuk Kapolres AKBP Wadi Sa’bani dan Sekda Ninik Ira Wibawati. Semua mata tertuju pada stan-stan yang dipenuhi dengan karya inspiratif yang dihasilkan melalui metode pembelajaran P5 di sekolah-sekolah.
Kunjungan ke stan Ikatan Guru Áisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) menjadi momen berkesan bagi para tamu, di mana mereka diberi kesempatan untuk menuliskan pesan dan kesan tentang Hardiknas 2024. Penjabat Wali Kota dan Kapolres turut menorehkan kata-kata yang menggugah, menegaskan pentingnya pendidikan yang tak pernah berhenti berkembang.
Pesan dari Nurkholis menggarisbawahi bahwa belajar adalah perjalanan tanpa akhir, sebuah konsep yang penting untuk dipegang teguh oleh semua generasi. Sementara itu, Kapolres menekankan bahwa Merdeka Belajar bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk inovasi dan kreativitas yang menjadi pilar pendidikan yang berkualitas.
Dalam suasana yang penuh semangat, semua pihak diapresiasi atas upaya mereka dalam memajukan pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter dan kemampuan inovatif siswa sejak usia dini. Melalui kerjasama antara guru dan siswa, festival ini bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga tempat untuk melatih kreativitas, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Dengan total 92 stan dari berbagai tingkatan pendidikan, Festival Merdeka Belajar tidak hanya memamerkan hasil karya siswa, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan dari mitra pendidikan dan kampus turut menjadi penegas bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Setelah menjelajahi berbagai stan, acara ditutup dengan pemberian piala dari kegiatan lomba O2SN yang digelar oleh Dikbud. Momentum berlanjut ke Museum Probolinggo, di mana tasyakuran dilakukan dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama, mengisyaratkan harapan dan semangat baru untuk masa depan pendidikan yang lebih cemerlang.
Reporter : Sayful
Narasumber : Kominfo Kota
