PROBOLINGGO, PATROLI POS
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama kembali diingatkan akan esensi dasar dari profesi mereka sebagai pelayan masyarakat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa kehadiran seorang ASN berdampak tidak cukup hanya diukur dari kesibukan administratif, melainkan harus dilandasi oleh keikhlasan, kejujuran, dan kebersihan hati.
Pesan spiritual dan motivasi tersebut disampaikan Bahtiar dalam kegiatan pembinaan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/11/2026). Mengangkat tema besar “Sudahkah Kita Memberi Dampak, atau Sekadar Menjalankan Tugas?”, ia mengajak seluruh pegawai untuk memaknai pekerjaan sebagai ladang pengabdian kepada sesama.

Di hadapan ratusan peserta, Bahtiar mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya tidak memiliki daya tanpa pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, kesempatan melayani umat harus disyukuri sebagai karunia terbesar.
“Penerima manfaat dari pelayanan kita adalah masyarakat, tetapi sesungguhnya kitalah yang beruntung karena diberi kesempatan untuk berbuat baik,” ungkap Bahtiar dalam arahannya.
Mengaitkan pelayanan publik dengan nilai-nilai spiritual, Bahtiar mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali mengenai pentingnya keselarasan dimensi lahir dan batin manusia. Kualitas seorang ASN, menurutnya, tercermin dari niat yang bersih, santun, amanah, serta menjauhkan diri dari sifat egois. Ia secara tegas mengingatkan bahwa jabatan bukanlah ghanimah (harta rampasan atau kesempatan meraih keuntungan pribadi), melainkan sebuah amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, Bahtiar berpesan agar ASN senantiasa menjunjung tinggi kejujuran—baik dalam perkataan, janji, maupun dalam mengakui kesalahan. Budaya kerja di kementerian harus berorientasi pada semangat berkhidmat untuk melayani, bukan minta dilayani.
Melalui pembinaan ini, jajaran Kemenag di daerah didorong untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban rutin, melainkan terus bertransformasi menjadi insan birokrasi yang berintegritas tinggi, berhati bersih, dan menghadirkan kemaslahatan nyata bagi umat. (Mp/Red**).
