Pilar Keharmonisan: Majelis Taklim RT 03 RW 02 Kelurahan Jati Jadi Motor Penggerak Sosial
PROBOLINGGO, PATROLI POS
Keberadaan Majelis Taklim di tingkat akar rumput terbukti menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas dan moralitas masyarakat. Salah satu contoh nyata terlihat di Lingkungan RT 03 RW 02, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Majelis Taklim Yasinan dan Tahlil yang rutin diadakan oleh warga tersebut bukan sekadar ritual, yang di adakan setiap Kamis malam Jumat, melainkan telah menjadi wadah multifungsi yang membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan spiritual warga.
Pusat Edukasi dan Penguatan Karakter
Majelis ini berperan sebagai pusat pembelajaran agama yang inklusif. Selain meningkatkan pemahaman teologis, kegiatan ini fokus pada pembinaan akhlak.
“Kami ingin agama hadir dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar teori. Di sini, warga belajar tentang kesabaran, kejujuran, dan etika bertetangga,” ujar salah satu tokoh penggerak warga di lokasi tersebut.
Benteng Isu Sosial dan Moderasi Beragama
Di era informasi yang cepat, Majelis Taklim di Kelurahan Jati ini juga mengambil peran sebagai penyaring informasi (filter). Ajaran agama yang moderat disampaikan untuk:
- Menangkal Hoaks: Mengajak warga tabayyun (klarifikasi) terhadap berita yang belum jelas.
- Mencegah Radikalisme: Menanamkan cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
- Kesehatan Masyarakat: Menjadi sarana sosialisasi program pemerintah, termasuk pencegahan stunting melalui pendekatan keluarga.
Dorongan Legalitas dari Kementerian Agama
Melihat besarnya potensi ini, Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong setiap Majelis Taklim untuk mengurus legalitas pendaftaran. Hal ini bertujuan agar majelis mendapatkan pembinaan yang lebih terstruktur dan akses terhadap program bimbingan pemerintah.
Budiono Ketua RT 03 RW 02, Kelurahan Jati, mengungkapkan rasa syukurnya atas kerukunan yang tercipta.
“Majelis ini adalah tempat kami ‘cas’ iman sekaligus ‘cas’ persaudaraan. Lewat Yasinan dan Tahlil, yang jauh menjadi dekat, yang tegang menjadi cair. Ini adalah rekreasi rohani yang paling efektif bagi warga kami,” pungkasnya.
Dengan adanya sinergi antara warga dan pembinaan dari instansi terkait, Majelis Taklim diharapkan terus menjadi obor penerang di tengah dinamika masyarakat perkotaan. (Red**).
