Dok.FSPMI
PROBOLINGGO, PATROLI POS
Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama pilar perjuangan lainnya, seperti Jamkeswatch dan Garda Metal, bersiap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kabupaten Probolinggo. Aksi ini akan dipusatkan di depan Kantor Bupati Probolinggo dan Kantor Dinas Kesehatan Probolinggo pada hari Kamis, 18 Desember 2025.
Surat pemberitahuan aksi demonstrasi di muka umum telah diterima oleh Polres Probolinggo pada hari Senin, 15 Desember 2025.
Aksi ini dikomandoi oleh Ketua KC FSPMI Kabupaten Probolinggo, Edi Suprapto membawa tiga tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo:
1. Tetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Jawa Timur (Rekomendasi Dewan Pengupahan Nasional/DEN).
2. Rekomendasikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) sebesar 10%.
3. Perbaikan/Reformasi Layanan Kesehatan.
Sementara itu, Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Probolinggo, Alex Putra Wicaksana, menegaskan bahwa demonstrasi ini bukan bertujuan mengkritisi kinerja Bupati secara keseluruhan.
“Demo ini bukan mengkritisi kinerja Bupati, tetapi kami minta ketegasan beliau untuk mengawal upah yang lebih layak dan merekomendasikan UMSK di Kabupaten Probolinggo,” ujar Alex Putra Wicaksana Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Probolinggo
Alex menambahkan bahwa aksi ini sangat dinantikan karena Bupati sebelumnya dianggap kurang peduli terhadap kesejahteraan kaum buruh.
Lebih lanjut, Alex membantah bahwa buruh anti-investasi. Justru dengan upah yang layak, daya beli masyarakat akan meningkat.
“Kami juga bukan anti investasi di Kabupaten Probolinggo, justru kami ingin meningkatkan daya beli masyarakat. Karena masih banyak perusahaan di kabupaten Probolinggo membayar upah di bawah UMK dan tidak mendaftarkan buruhnya kepada BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.
Pihak buruh berharap penuh, agar tuntutan yang disampaikan dapat didengar dan diwujudkan oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, demi terwujudnya buruh Probolinggo yang lebih SAE. (Fahrul Mozza).
