SIDOARJO, PATROLI POS
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo turut ambil bagian dalam kegiatan Kemah Santri dan Expo Pesantren Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 24–25 Oktober 2025, ini menjadi ajang syiar dan aktualisasi potensi santri serta pesantren se-Jawa Timur. Ribuan santri dari berbagai pesantren dan pelaku program One Pesantren One Product (OPOP) turut memeriahkan kegiatan tersebut dengan menampilkan karya dan inovasi terbaiknya.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Imam Turmudi dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata syiar pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat sesuai fungsinya sebagaimana disebut dalam Undang Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. “Hari ini, fungsi-fungsi itu kita kumpulkan di Jawa Timur dalam bentuk Kemah Santri dan Expo Pesantren. Di sini santri bisa menunjukkan kreativitas dan produktivitasnya. Yang terbaik akan mendapat hadiah umrah, penghargaan, serta uang pembinaan,” ujarnya.
Imam Turmudi juga menegaskan bahwa Expo Pesantren menjadi sarana untuk memperkenalkan produk unggulan pesantren di bawah binaan OPOP Jatim. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi pesantren. “Bahkan, Gubernur Jawa Timur mendapat Gubernur Award sebagai salah satu pemimpin yang peduli terhadap pesantren,” imbuhnya.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Bapak Syaikhul Hadi, S.Ag., M.Fil.I, dalam sambutannya mengajak seluruh santri untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa. “Santri harus menjadi pelopor kemajuan dengan tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai luhur pesantren. Semangat Hari Santri kita gunakan untuk berperan aktif dalam menjaga nilai kemerdekaan serta mengawal Indonesia menuju peradaban dunia,” tegasnya.
Jaga semangat kebersamaan dan ukhuwah menjadi jiwa dari pelaksanaan kegiatan tahunan ini. “Santri Jawa Timur harus tetap semangat, tetap maju, dan terus memperkuat persaudaraan — baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ansori, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan eksistensi pesantren dalam dunia pendidikan, dakwah, dan ekonomi kreatif. “Melalui expo ini, kami ingin menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi umat,” terang Ansori.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Pengasuh Pondok Pesantren Almasduqiyah, Dr. KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A., yang telah menyiapkan Pramuka Santri untuk mendukung suksesnya kegiatan ini. “Semangat kebersamaan dan kontribusi nyata pesantren menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memperkuat karakter santri yang mandiri, kreatif, dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Dengan semangat Santri Siaga Jiwa Raga, kegiatan Kemah Santri dan Expo Pesantren Jawa Timur 2025 menjadi refleksi dari semangat nasionalisme, patriotisme, dan kemandirian santri dalam membangun bangsa menuju peradaban yang damai dan berkeadilan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Kabag, Kabid, Pembimas, serta Kepala Seksi PD Pontren se-Jawa Timur. Mp/Red**
