Probolinggo, Patrolipos
Pada tanggal 10 Muharram, Pemerintah Desa (Pemdes) Dungun bersama masyarakat setempat menggelar acara santunan untuk anak yatim di kantor Desa Dungun, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Malam itu, suasana terasa hening dengan cahaya bulan yang lembut mengawali kebaikan yang terjadi. Selasa (16/07/24) Malam.

Sejumlah 23 anak yatim hadir untuk menerima santunan yang diselenggarakan dengan penuh kehangatan. Kehadiran mereka memancarkan rasa syukur dan haru dalam setiap tatapannya, menggambarkan betapa berharganya momen ini bagi mereka. Awak media yang turut hadir memantau kegiatan dengan cermat, menangkap setiap momen kebahagiaan dan keceriaan yang tersebar di wajah anak-anak.
Kepala Desa Dungun, Mohammad Kasim, dengan penuh kepedulian menjelaskan makna di balik kegiatan ini, “Santunan anak yatim bukan hanya sekadar memberi bantuan materi, tetapi lebih dari itu, ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kita sebagai satu komunitas. Semoga dengan kegiatan ini, kami dapat meringankan beban mereka dan memberi mereka kehangatan kasih sayang yang mereka butuhkan.”
Acara ini juga menjadi momen untuk menguatkan kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat Desa Dungun. Dengan antusiasme yang begitu menggembirakan, kegiatan santunan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kental di hati warga desa. Doa bersama yang dilakukan tidak hanya sebagai ritual, tetapi sebagai ungkapan syukur dan harapan akan kebahagiaan yang akan terus mengalir dalam setiap langkah kehidupan mereka. Ujar Kepala Desa Dungun. Mohammad Kasim.
Lanjut Kepala Desa Dungun. Mohammad Kasim. Menambahkan, keberhasilan acara ini tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Desa Dungun, yang turut serta memastikan setiap detil kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Semoga momentum kebaikan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat menjadi titik awal dari lebih banyak aksi sosial yang bernilai di masa depan.
Dengan demikian, 10 Muharram tahun ini di Desa Dungun tidak hanya menjadi tanggal bersejarah untuk anak-anak yatim yang mendapatkan santunan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan kasih sayang yang abadi di tengah-tengah perbedaan dan kesulitan hidup. Pungkasnya.
Reporter : Sayful
