PROBOLINGGO, PATROLI POS
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan kembali menghidupkan suasana religius melalui latihan rutin hadrah sebagai bagian dari program pembinaan warga binaan pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) rutan ini menjadi ruang bagi para warga binaan untuk mengeksplorasi bakat seni religi mereka. Lebih dari sekadar aktivitas seni, latihan ini dirancang sebagai sarana pembinaan spiritual dan pembentukan karakter agar para penghuni rutan memiliki mentalitas yang lebih positif.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam proses pembinaan. Ia menekankan bahwa melalui alunan musik hadrah, pihak rutan ingin menanamkan kedisiplinan dan memperkuat sisi spiritual warga binaan. Galih berharap mereka tidak hanya tangguh secara mental dalam menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi nilai tambah saat mereka bebas nantinya.
Dampak positif dari kegiatan ini juga dirasakan dari sisi psikologis, sebagaimana disampaikan oleh Kasubsie Pelayanan Tahanan, M. Yasin. Menurutnya, seni religi mampu menciptakan suasana yang lebih tenang dan harmonis di dalam lingkungan rutan, yang secara langsung membantu stabilitas emosional warga binaan. Ruang ekspresi ini terbukti meningkatkan rasa percaya diri para peserta, terlihat dari tingginya antusiasme mereka dalam setiap sesi latihan yang digelar oleh pengurus masjid rutan.
Melalui pendekatan yang menyentuh aspek spiritual, emosional, dan sosial ini, Rutan Kraksaan berupaya mencetak pribadi yang lebih baik sebelum kembali ke masyarakat. Selain mempertebal nilai keimanan, latihan hadrah diharapkan menjadi modal sosial yang kuat. Dengan karakter yang disiplin dan religius, para warga binaan diharapkan mampu meninggalkan masa lalu yang kelam dan membawa bekal positif untuk memulai lembaran hidup yang baru di tengah-tengah warga nantinya. (Rudi Hartono)
