PROBOLINGGO, PATROLI POS
Langkah strategis diambil oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo demi mendongkrak mutu pendidikan daerah. Menjelang perhelatan akbar Refleksi Pendidikan 2026 yang dijadwalkan pada 17 Juni mendatang, Dewan Pendidikan menggelar audiensi khusus dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo pada Rabu (3/6/2026).
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Assoc. Prof. Dr. Abd. Aziz Wahab, BA., M.Ag., disambut hangat oleh jajaran petinggi Kemenag, di antaranya Kasubag TU Moh. Sa’dun, Kasi Pendma Muhammad As’adi, Kasi PD Pontren Ansori, serta Kasi PAIS Moch. Sugianto.
Dalam pemaparannya, Prof. Aziz Wahab mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir, pihaknya telah turun ke lapangan untuk memetakan potensi berbagai sekolah dan madrasah. Data komprehensif hasil pemetaan inilah yang nantinya akan dibedah dan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis dalam agenda Refleksi Pendidikan 2026.
Menurutnya, refleksi ini bukan sekadar evaluasi, melainkan momentum membangun budaya peningkatan mutu secara kolektif agar sekolah dan madrasah terus berbenah dalam tata kelola, manajemen pembelajaran, hingga penguatan karakter peserta didik. Ia juga menambahkan bahwa praktik baik yang sudah berjalan seperti program tahfiz Al-Qur’an dan pembiasaan keagamaan harus terus disokong oleh seluruh pemangku kepentingan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur, menyatakan dukungan penuhnya terhadap agenda Refleksi Pendidikan 2026. Samsur membeberkan realitas di lapangan bahwa dari 1.200 lebih lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo, hanya tujuh yang berstatus negeri atau satuan kerja. Mengingat besarnya jumlah lembaga swasta tersebut, peningkatan kualitas SDM jelas tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja, melainkan harus didorong lewat kolaborasi lintas sektor. Kemenag memastikan akan mengerahkan pengawas pendidikan, Kelompok Kerja Madrasah (KKM), dan unsur terkait lainnya untuk menyukseskan acara tersebut agar hasilnya mampu menjadi kompas bagi pemerintah daerah dalam menelurkan kebijakan yang tepat sasaran.
Selain membahas teknis acara, audiensi ini juga menekankan pentingnya keterlibatan menyeluruh dari berbagai entitas pendidikan di Probolinggo, mulai dari madrasah, pondok pesantren, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), hingga pendidikan kesetaraan.
Di samping memperkuat komitmen terhadap lingkungan yang aman lewat konsep Pesantren, Sekolah, Madrasah, dan Kabupaten Ramah Anak, sebuah gagasan baru yang progresif juga mencuat dalam pertemuan ini, yaitu pengembangan konsep “Ramah Guru”. Gagasan ini dinilai penting agar ekosistem pendidikan tidak hanya berfokus pada murid, tetapi juga memberikan ruang kerja yang sehat, suportif, dan memanusiakan para pendidik.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif ini diakhiri dengan kesepakatan kuat untuk bahu-membahu mewujudkan iklim pendidikan Probolinggo yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing. (Mp/Red**).
