PROBOLINGGO, PATROLI POS
Memperingati hari besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, keluarga besar SMPN 3 Maron menggelar aksi kepedulian sosial yang luar biasa pada Jum’at (16/01/2026). Tidak sekadar seremoni, para siswa terjun langsung membagikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wujud Nyata Karakter Siswa
Sebanyak 226 paket sembako berhasil dikumpulkan dan disalurkan kepada kaum fuqara’ wal masakin yang berada di lingkungan masjid sekitar sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial (Baksos) yang bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kedermawanan kepada para siswa sejak dini.
“Kami ingin momen Isra Mi’raj ini tidak hanya dimaknai secara spiritual, tapi juga sosial. Dengan berbagi, sebagai wujud nyata siswa, belajar bahwa kehadiran mereka harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Drs. Supandi, M.M., Kepala SMPN 3 Maron.

Antusiasme dan Harapan
Pelaksanaan penyaluran bansos berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan. Para siswa dengan didampingi guru berkeliling ke masjid-masjid terdekat untuk memastikan bantuan sampai kepada tangan yang tepat.
Detail Kegiatan Bakti Sosial:
- Total Bantuan: 226 paket sembako siap saji.
- Sasaran: Warga kurang mampu di sekitar lingkungan SMPN 3 Maron.
- Waktu: Jum’at, 16 Januari 2026 (Bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj).
Melalui kegiatan ini, SMPN 3 Maron berharap dapat mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah dengan warga sekitar, sekaligus membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tapi juga tempat menempa akhlak mulia.

Puncak Acara: Doa Bersama di Mushollah At-Tarbiyah
Kegiatan tidak berhenti pada aksi sosial. Puncak acara dilaksanakan pada malam hari di Mushollah At-Tarbiyah SMPN 3 Maron. Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta orang tua/wali murid yang sengaja diundang untuk mempererat tali silaturahmi.
Suasana malam itu berlangsung sangat khidmat. Di bawah cahaya lampu mushollah yang tenang, seluruh keluarga besar sekolah larut dalam lantunan zikir dan doa. Kehadiran orang tua siswa menambah nilai sakral acara ini, menciptakan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendoakan kebaikan bagi para siswa.
“Kegiatan ini adalah paket lengkap. Jika pagi hari kita mengasah empati melalui sedekah, maka malam ini kita mengasah jiwa melalui doa. Kehadiran orang tua sangat penting agar ada keselarasan doa demi masa depan anak-anak kita,” ungkap Ahmad Rosidi, selaku Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Guru PAI di sekolah tersebut. Ros/Red**.
