PROBOLINGGO, PATROLI POS
Yayasan Al Kautsar Kota Kraksaan kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan Workshop Teaching English Beyond The Classroom: Deep Learning and Hypnotherapy Synergy pada Sabtu, 20 September 2025. Acara ini diikuti oleh para guru Bahasa Inggris se-Kabupaten Probolinggo, dengan menghadirkan narasumber profesional di bidang pembelajaran kreatif, serta dihadiri langsung oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Muhammad As’adi, S.Ag, M.Pd.
Dalam sambutannya, Muh. As’adi menegaskan bahwa di era digital saat ini, tantangan terbesar seorang pendidik adalah kecenderungan siswa yang sangat bergantung pada gawai (smartphone dan gadget lainnya). Hal ini seringkali membuat siswa kehilangan fokus dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, guru dituntut tidak hanya hadir sebagai pengajar, melainkan juga sebagai sosok yang mampu menjadi “gawai hidup” bagi para siswanya. “Guru harus mampu menjadi seperti gawai yang selalu diperhatikan oleh siswanya. Dari awal masuk kelas sampai keluar kelas, kehadirannya membawa kebahagiaan, pembelajarannya membangkitkan semangat, dan ketika tidak hadir justru dirindukan. Inilah esensi dari guru yang inspiratif, kreatif, dan berkesan di hati murid,” tegasnya.
Muh. As’adi juga menekankan pentingnya mengikuti workshop kali ini, karena menghadirkan materi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satunya adalah hipnoteaching, sebuah pendekatan pembelajaran yang memadukan teknik sugesti positif dengan penyampaian materi agar siswa lebih fokus, rileks, dan termotivasi. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan tentang deep learning, yaitu strategi pembelajaran mendalam yang menekankan pemahaman konsep secara utuh, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan menerapkan bahasa Inggris dalam kehidupan nyata, baik di dalam maupun di luar kelas.
Kegiatan tersebut menjadi momentum berharga bagi para guru Bahasa Inggris se-Kabupaten Probolinggo untuk memperbarui metode pengajaran, menemukan inspirasi baru, serta membangun sinergi antar pendidik. Dengan adanya sinergi deep learning dan hypnotherapy, diharapkan lahir guru-guru inovatif yang tidak hanya mengajar bahasa, tetapi juga menanamkan semangat, karakter, dan pengalaman belajar yang membekas bagi siswanya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi, mengikuti praktik langsung, dan mendapatkan insight bagaimana cara menghidupkan kelas, membuat siswa betah belajar, serta menghadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan meski di tengah tantangan teknologi.
Melalui workshop itu, Yayasan Al Kautsar Kota Kraksaan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang menguatkan kualitas guru. Harapannya, kegiatan semacam ini mampu menjadi bekal bagi para guru Bahasa Inggris agar mampu melahirkan generasi pembelajar yang unggul, kreatif, serta memiliki daya saing di tingkat global. Syd.
