PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan serta profesionalisme tenaga pendidik, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tunjangan Profesi Guru (TPG) serta Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an (TBTQ) untuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026.
Acara yang dirangkai dengan Seminar Pendidikan bertajuk “Menebar Cinta Dalam Perspektif Ekoteologi: Menakar Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam” ini dilaksanakan pada Senin (05/01/2026), bertempat di SDN Leces III Kecamatan Leces dan dihadiri oleh para Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) penerima TPG dari tiga kecamatan, yakni Leces, Tegalsiwalan, dan Dringu.

Sinergi dan Apresiasi Lintas Sektoral
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hadir dalam kesempatan tersebut Kasi PAIS Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Moh. Sugianto, S.Kom, Korwil Bidikdaya Kecamatan Leces Sudarmadi, M.Pd, serta jajaran staf Seksi PAIS dan Pengawas PAI dari wilayah terkait.
Dalam sambutannya, Korwil Digdaya Leces, Sudarmadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para guru agama. Ia menekankan bahwa tugas guru dalam mencetak karakter anak bangsa bertumpu pada tiga pilar utama: intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.

Penguatan Program dan Profesionalisme
Kasi PAIS, Moh. Sugianto, yang secara resmi membuka acara, memaparkan keberhasilan berbagai program PAIS di Kabupaten Probolinggo, termasuk kesuksesan asesmen TBTQ dengan angka kelulusan yang membanggakan. Sementara itu, Pengawas PAI, Siti Arofah, M.Pd.I dan Agus Sahal, M.Pd.I, memberikan arahan teknis agar GPAI selalu tertib dalam menyusun perangkat pembelajaran sesuai regulasi yang berlaku.

Seminar Ekoteologi: Guru, Alam, dan Tuhan
Puncak acara diisi dengan seminar pendidikan yang disampaikan oleh Penata Layanan Operasional Seksi PAIS, Khoiron Rosyadi, S.Ag, M.Sc, M.Pd. Dalam paparannya, mengulas konsep Ekoteologi yang menekankan keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“GPAI profesional harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi ke dalam kurikulum. Menebar cinta bukan hanya kepada sesama manusia, tapi juga melalui metode pembelajaran yang ramah lingkungan dan menjadi teladan dalam menjaga alam,” ujar Khoiron.

Transformasi Digital melalui EMIS 4.0 dan SIAGA
Menutup rangkaian kegiatan, Pengolah Data dan Informasi Seksi PAIS, Hermawan, memberikan sosialisasi mengenai pentingnya aplikasi EMIS 4.0 dan SIAGA, menegaskan bahwa akurasi data adalah kunci utama dalam transformasi digital layanan keagamaan.
“Ketersediaan data yang akurat dan akuntabel di EMIS 4.0 menjadi landasan bagi Kementerian Agama dalam mengambil kebijakan pembangunan pendidikan yang efektif dan efisien. Guru wajib memastikan data mereka ter-update agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga,” pungkasnya.
Dengan adanya giat Monev dan seminar ini, diharapkan GPAI di wilayah Leces, Tegalsiwalan, dan Dringu semakin profesional, melek teknologi, dan memiliki kepedulian spiritual serta ekologis yang tinggi. Red**
