PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dini hari yang hening di kawasan Pelabuhan Probolinggo mendadak gempar dan berubah menjadi horor mencekam pada Jumat (24/7/2026)! Sebuah insiden kecelakaan kerja tragis nyaris merenggut nyawa seorang pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) bernama Muhammad Ridwan, anggota Kelompok Regu Kerja (KRK) GUNTUR, setelah tubuhnya terlindas truk armada operasional berukuran besar di tengah sibuknya aktivitas bongkar muat pupuk urea curah kapal MV. LANCAR BERKAT PRIMA.
Peristiwa mengerikan ini bermula saat korban bersama timnya bekerja ekstra keras membongkar muat pupuk sejak pukul 00.00 WIB. Memasuki pukul 02.50 WIB, rasa lelah yang luar biasa membuat korban memutuskan mengambil waktu istirahat bergantian dan berbaring di samping tiang Hooper. Naas, di saat yang bersamaan, sebuah truk bernomor polisi B 9847 UYY mendadak bergerak mundur dari arah timur ke barat dari jalur Crane 1 menuju Crane 2. Pengemudi truk yang diduga kurang memperhatikan kondisi area sekitar kendaraan, khususnya bagian belakang, tanpa sadar langsung melindas tubuh korban yang berada dekat tiang Hooper tersebut!
Suasana pelabuhan seketika pecah oleh teriakan panik saksi mata di lokasi kejadian yang menyaksikan detik-detik menegangkan itu. Para rekan kerja korban di TKP bergerak cepat memberikan pertolongan dan langsung menghubungi Saudara Dwi Rahmat Hidayatullah selaku perwakilan Koperasi Jasa TKBM Pelabuhan Probolinggo sekaligus anggota tim K3 DABN untuk meminta evakuasi darurat. Dalam kondisi kritis, korban segera dievakuasi menggunakan armada darurat dan dilarikan ke RSUD Dr. Moch. Saleh Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Kasus kecelakaan kerja yang menyita perhatian publik ini kini tengah dalam penanganan internal pihak pengelola pelabuhan dan otoritas terkait guna penegakan serta evaluasi ketat prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area operasional!.(Dorl Tambenk).
