PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dugaan tumpahan solar kembali menjadi perhatian masyarakat di kawasan Jl. Ikan Tongkol, tepatnya di depan Kelurahan Mayangan, daerah Brak dan beberapa Kawasan di Kota Probolinggo,.
Informasi yang diterima menyebutkan adanya tumpahan solar di badan jalan yang telah menyebabkan korban terjatuh, sehingga kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Jumat 11/09/2026.
Laporan kejadian tersebut disampaikan oleh warga kepada Tim Aliansi LSM PELOPOR KEADILAN melalui Telpon kepada Ketua Tim Aliansi LSM PELOPOR KEADILAN ( AGUS SUGIANTO, S.H.).
Menanggapi kejadian tersebut, Tim Aliansi LSM Pelopor Keadilan menyatakan akan melakukan investigasi terhadap dugaan tumpahan solar yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius karena masyarakat mempertanyakan mengapa kejadian serupa dapat muncul, khususnya pada malam hari.
Ketua Tim Aliansi LSM Pelopor Keadilan menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin melakukan tuduhan atau menyimpulkan sumber tumpahan sebelum dilakukan pengecekan dan pengumpulan fakta di lapangan.
“Kami akan melakukan investigasi secara objektif, yang menjadi pertanyaan kami adalah, apakah tumpahan solar ini merupakan kejadian yang tidak disengaja, berasal dari aktivitas kendaraan tertentu, aktivitas distribusi BBM, atau ada faktor lain. Semuanya harus dibuktikan berdasarkan fakta di lapangan,” tegasnya.
Aliansi juga mempertanyakan pola kejadian apabila benar tumpahan tersebut terjadi berulang pada waktu tertentu.
Mengapa tumpahan solar bisa terjadi pada malam hari? Dari mana sumbernya? Apakah terdapat aktivitas kendaraan pengangkut atau aktivitas lain di sekitar lokasi yang perlu diperiksa?
Pertanyaan tersebut, menurut Aliansi, penting untuk dijawab demi kepentingan keselamatan masyarakat.
Aliansi LSM Pelopor Keadilan juga berencana berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo serta Polres Probolinggo Kota untuk memastikan persoalan tersebut dapat ditelusuri secara objektif sesuai kewenangan masing-masing.
Selain itu, Aliansi akan melakukan pemantauan terhadap sejumlah SPBU/Pom Bensin di wilayah Kota Probolinggo sebagai bagian dari pengumpulan informasi lapangan.
“Kami akan meminta anggota melakukan pemantauan di beberapa SPBU. Bukan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi untuk mencari fakta. Kalau masyarakat mengisi BBM, proses pengisian pada prinsipnya memiliki prosedur keselamatan dan penanganan. Karena itu, apabila ditemukan tumpahan solar di jalan secara berulang, harus diketahui sumber dan penyebabnya,” ujarnya.
Aliansi menegaskan bahwa investigasi tersebut bukan untuk menghakimi pihak tertentu. Namun, apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran yang mengakibatkan kerugian maupun membahayakan keselamatan masyarakat, pihak yang berwenang diminta mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum.
Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas.
Aliansi LSM Pelopor Keadilan juga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait tidak hanya melakukan pembersihan setelah terjadi tumpahan, tetapi juga melakukan pencegahan dan penelusuran sumber masalah, terutama apabila ditemukan pola kejadian yang berulang.
“Kami ingin persoalan ini terang. Kalau memang murni kecelakaan, jelaskan faktanya. Kalau ada kelalaian, harus ditindak sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban berulang kali karena persoalan yang tidak pernah ditelusuri sampai ke sumbernya,” pungkasnya.
Tim Aliansi LSM Pelopor Keadilan menyatakan akan menyampaikan hasil temuan lapangan kepada instansi yang berwenang apabila dalam proses investigasi ditemukan fakta yang membutuhkan tindak lanjut.Catatan penting: saya sengaja tidak menulis bahwa tumpahan pasti berasal dari SPBU. Justru secara hukum posisi Aliansi lebih kuat jika narasinya “menelusuri sumber dan penyebab”, lalu meminta Dishub/Polres melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti. Ini menghindari tuduhan prematur terhadap pihak tertentu. (Red**).
