PROBOLINGGO, PATROLI POS
Suasana religius dan penuh kekhidmatan tampak menyelimuti kegiatan ko-kurikuler manasik haji yang digelar oleh SMPN 1 Gending pada Selasa, 26 Mei 2026. Bertepatan dengan momentum Hari Arafah 1447 Hijriyah, sebanyak 384 siswa-siswi kelas VII dan VIII mengikuti praktik manasik haji di kompleks Miniatur Kakbah Desa Curah Sawo, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh sekitar 40 guru pendamping yang turut memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar.
Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengenakan pakaian bernuansa islami layaknya jamaah haji. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah di musholla setempat yang dipimpin oleh bapak Heru Makmum, S.Ag. Nuansa spiritual begitu terasa ketika seluruh siswa larut dalam doa dan kekhusyukan, sebagai bentuk pembiasaan karakter religius dalam dunia pendidikan.
Kepala sekolah Dra. Nur Saidah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas. Menurutnya, pembelajaran langsung seperti ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat pemahaman siswa tentang rukun Islam kelima sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan.
“Kegiatan manasik haji merupakan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di luar sekolah. Harapannya, seluruh siswa dapat memahami sekaligus mempraktikkan secara langsung tata cara pelaksanaan ibadah haji,” ungkap beliau di hadapan peserta dan guru pendamping.
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan bimbingan langsung dari ustadz Muslimin Syaba, M.Pd.I. Beliau memberikan penjelasan secara rinci mengenai tahapan-tahapan ibadah haji, mulai dari niat ihram, tawaf, sa’i, hingga prosesi wukuf. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan praktik sehingga siswa lebih mudah memahami makna dan tata cara ibadah haji secara nyata.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Tidak hanya menjadi media pembelajaran agama, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab antarsiswa maupun guru pendamping.
Rangkaian kegiatan manasik haji akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh bapak Ja’far Afnani, M.Pd.I. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori ibadah haji, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. (MD).
