PROBOLINGGO, PATROLI POS
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus mengintensifkan program pembinaan kepribadian melalui kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi para tahanan. Kegiatan yang diikuti oleh 276 tahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hukum, serta penguatan nilai-nilai keagamaan selama menjalani masa penahanan. Rabu, (3/6/2026).
Pembinaan mental spiritual dipimpin oleh Kasubbag Tata Usaha Rutan Kelas IIB Kraksaan, Muhammad Sa’dun, didampingi oleh Eka, pegawai Rutan Kraksaan. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan dengan fokus pada penguatan akhlak, peningkatan kualitas ibadah, serta pembentukan mental yang positif bagi para peserta.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Sa’dun mengajak para tahanan untuk menjadikan masa penahanan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan membangun semangat perubahan ke arah yang lebih baik.
“Setiap manusia diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan. Masa pembinaan ini hendaknya dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Selain mengemban tugas sebagai pejabat struktural di Rutan Kelas IIB Kraksaan, Muhammad Sa’dun juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Ia merupakan pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Probolinggo pada Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Ekonomi Syariah, yang memiliki fokus pada penguatan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi syariah di Kabupaten Probolinggo.
Pengalaman dan keterlibatannya dalam organisasi keagamaan tersebut turut memperkaya materi pembinaan yang disampaikan kepada para tahanan. Selain menekankan aspek ibadah dan akhlak, ia juga memberikan motivasi mengenai pentingnya kemandirian, etos kerja, serta perencanaan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan pembinaan mental spiritual ini merupakan salah satu program rutin yang menjadi bagian dari sistem pemasyarakatan. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang sadar hukum, memiliki integritas, serta mampu beradaptasi secara positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Dalam pelaksanaannya, program pembinaan keagamaan di Rutan Kelas IIB Kraksaan juga selaras dengan upaya peningkatan layanan pembinaan rohani yang didukung berbagai pihak, termasuk penyuluh agama dan lembaga keagamaan yang bersinergi dengan Kementerian Agama. Sinergi tersebut bertujuan menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan guna memperkuat spiritualitas, moralitas, dan wawasan keagamaan para tahanan.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh perhatian. Suasana yang tertib dan kondusif menunjukkan tingginya minat para tahanan terhadap program-program pembinaan yang dapat memberikan bekal mental dan spiritual selama menjalani masa penahanan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Kraksaan berharap para tahanan mampu membangun kesadaran diri, meningkatkan kualitas keimanan, serta memiliki tekad yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab ketika kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat. Pembinaan mental spiritual diharapkan menjadi salah satu sarana efektif dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan yang humanis, yaitu membentuk individu yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan kepedulian sosial yang baik. (Mp/Red**).
