PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menerima audiensi jajaran Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan sebagai langkah awal mematangkan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pelayanan kerohanian di lingkungan rumah sakit. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi penguatan layanan spiritual bagi pasien sekaligus memperluas sinergi dalam berbagai program sosial kemasyarakatan. Selasa (30/6/2026).
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, audiensi dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam M. Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ansori, Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Probolinggo Suharto, serta didampingi para penyuluh agama Islam. Sementara dari pihak RSU Wonolangan hadir Danyswara Madyasta, bersama Hermin dan Dewi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas konsep kerja sama yang akan menjadi dasar penyelenggaraan pelayanan kerohanian di RSU Wonolangan. Ruang lingkup kerja sama meliputi pendampingan spiritual bagi pasien rawat inap sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, pendampingan keluarga pasien, pelayanan pemulasaraan jenazah, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan rumah sakit.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Kabupaten Probolinggo, M. Imamuddin Nur Fajri, menjelaskan bahwa pelayanan kerohanian merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien secara menyeluruh.
“Pendampingan rohani menjadi ikhtiar untuk memberikan ketenangan batin, memperkuat mental dan spiritual pasien, serta mendampingi keluarga dalam menghadapi berbagai kondisi selama proses perawatan. Pelayanan ini harus dilaksanakan secara profesional, humanis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Dalam pembahasan tersebut juga mengemuka pengalaman RSU Wonolangan saat menghadapi pandemi COVID-19, khususnya dalam pelayanan pemulasaraan jenazah yang dilaksanakan sesuai regulasi pemerintah dan ketentuan syariat. Atas komitmen tersebut, RSU Wonolangan memperoleh apresiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai salah satu rumah sakit yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pelayanan keagamaan selama masa pandemi.
Selain pelayanan kerohanian, kedua lembaga juga menjajaki penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan *in-house training* bagi petugas pelayanan kerohanian. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi petugas dalam memberikan layanan spiritual yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Audiensi juga menghasilkan kesepahaman untuk memperluas kolaborasi pada berbagai program sosial kemasyarakatan. Program yang direncanakan meliputi penyelenggaraan khitan massal, bakti sosial, donor darah, skrining kesehatan, operasi bibir sumbing, edukasi kesehatan, serta berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya yang dapat dilaksanakan secara terpadu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ansori, menilai sinergi antara Kementerian Agama dan rumah sakit merupakan implementasi nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan pelayanan kerohanian di rumah sakit, tetapi juga membuka ruang kerja sama dalam berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semangat gotong royong dan kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperkuat,” ungkapnya.
Menanggapi hasil audiensi tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, menyampaikan apresiasi atas inisiatif RSU Wonolangan dalam membangun kemitraan strategis bersama Kementerian Agama.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya mengapresiasi langkah kolaboratif yang dibangun RSU Wonolangan. Kerja sama ini perlu segera diagendakan dan ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama agar implementasinya dapat segera berjalan. Dengan demikian, kedua lembaga akan lebih mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat serta menghadirkan kontribusi nyata di lapangan, baik melalui pelayanan kerohanian maupun program-program sosial kemasyarakatan,” tegas Samsur.
Ia berharap sinergi tersebut menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan antara institusi keagamaan dan layanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat kemitraan dan mempercepat realisasi kerja sama. Dalam waktu dekat, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan RSU Wonolangan dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama sebagai landasan pelaksanaan pelayanan kerohanian serta berbagai program sosial kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. (Mp/Red**).
