PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola madrasah melalui pembinaan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Penguatan Tata Kelola Madrasah melalui Pengelolaan BOP RA, BOS Madrasah, EDM-eRKAM, EMIS, dan Akreditasi yang diikuti oleh pengawas madrasah, kepala RA dan madrasah, bendahara BOP/BOS, operator EMIS, pengurus Kelompok Kerja Madrasah (KKM), serta Pengurus IGRA se-Kabupaten Probolinggo, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, dan menghadirkan Ketua Tim Kelembagaan Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Syamsul Huda, S.Ag., M.A., sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Dr. Samsur menyampaikan apresiasi kepada Syamsul Huda yang terus memberikan perhatian terhadap penguatan kelembagaan madrasah di Jawa Timur. Menurutnya, kehadiran narasumber dari Kanwil menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan percepatan peningkatan mutu pendidikan madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi Bapak Syamsul Huda yang terus mengupayakan eksistensi lembaga pendidikan madrasah. Sebagai pemimpin dan manajer pendidikan, kita harus mampu bergerak bersama, saling menguatkan, dan terus melakukan lompatan-lompatan kemajuan sesuai semangat Ayo Membangun Madrasah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan madrasah yang baik harus diawali dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, seluruh kebijakan pemerintah bertumpu pada kualitas data yang disajikan oleh setiap satuan pendidikan.
“Data harus valid, jangan sampai berbeda-beda. Inilah pentingnya satu data yang terus kita perjuangkan. Jangan pernah ingin mendapatkan sesuatu dengan menabrak regulasi. Integritas kita dimulai dari kejujuran dalam mengelola data dan mengelola lembaga,” tegas Samsur.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kualitas lembaga pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan membangun manajemen yang profesional serta meneladani sifat Rasulullah SAW, khususnya sifat siddiq (jujur). Integritas, menurutnya, harus tercermin dalam setiap proses pengelolaan lembaga, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga pelaporan.
Dr. Samsur juga mengajak seluruh kepala madrasah untuk terus belajar kepada lembaga-lembaga yang telah berhasil menerapkan manajemen yang baik dan menjadi rujukan. Ia berharap seluruh madrasah mampu membangun budaya kerja yang positif serta menjauhi berbagai energi negatif yang dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan.
“Kabupaten Probolinggo memiliki lebih dari 1.200 lembaga pendidikan di bawah naungan Seksi Pendidikan Madrasah. Potensi besar ini harus dikelola dengan manajemen yang sehat. Jangan takut membuat perencanaan yang baik, karena perencanaan menjadi tolok ukur keberhasilan kita dalam melangkah,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah madrasah tidak ditentukan oleh letak geografisnya, melainkan oleh kualitas manajemen, komitmen seluruh warga madrasah, strategi yang tepat, serta komunikasi yang baik dengan komite, masyarakat, dan wali murid.
“Bukan karena berada di perkotaan lalu madrasah menjadi maju. Madrasah di pelosok desa pun dapat menjadi unggul apabila memiliki manajemen yang baik, komitmen yang kuat, serta strategi pengembangan yang tepat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh aparatur Kementerian Agama agar senantiasa menjaga norma, akhlak, dan moral sebagai bagian dari tanggung jawab ASN Kementerian Agama. Pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya, lanjutnya, harus dijadikan pelajaran untuk terus berbenah demi membangun lembaga pendidikan yang berkualitas lahir maupun batin.
“Gunakan cara-cara yang baik dan benar. Saya yakin pada saat yang tepat semuanya akan memberikan manfaat dan berdampak positif. Mari terus ikhlas berjuang membangun madrasah yang unggul dan bermartabat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Tim Kelembagaan Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, H. Syamsul Huda, S.Ag., M.A., menyampaikan materi mengenai penguatan sistem kelembagaan dan sistem informasi madrasah. Ia menjelaskan bahwa penataan kelembagaan harus dilakukan secara hati-hati agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan mampu meningkatkan daya saing madrasah.
Menurutnya, tata kelola madrasah saat ini dibangun melalui satu ekosistem yang saling terintegrasi, mulai dari validitas data EMIS, Evaluasi Diri Madrasah (EDM), penyusunan eRKAM, pengelolaan BOP RA dan BOS Madrasah, hingga penguatan akreditasi.
“EMIS menjadi sumber data utama. Data tersebut dianalisis melalui Evaluasi Diri Madrasah, kemudian diterjemahkan ke dalam perencanaan melalui eRKAM. Selanjutnya, perencanaan itulah yang menjadi dasar penggunaan BOP RA dan BOS Madrasah secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa pengelolaan dana bantuan merupakan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional. Oleh karena itu, setiap madrasah wajib memastikan seluruh data selalu mutakhir sehingga berbagai program pemerintah, mulai dari BOS, BOP RA, Program Indonesia Pintar, tunjangan guru hingga akreditasi dapat berjalan tepat sasaran.
Selain itu, peserta juga memperoleh penguatan mengenai pentingnya penyusunan Evaluasi Diri Madrasah sebagai dasar penyusunan RKJM, RKT, dan RKAM yang benar-benar berbasis kebutuhan riil madrasah, bukan sekadar mengulang dokumen tahun sebelumnya.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap seluruh RA dan madrasah semakin mampu membangun tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis data sebagai fondasi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan zaman.(Mp/Red**).
