PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menggandeng Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar edukasi pencegahan radikalisme di MAN 1 Probolinggo pada Senin (20/7). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya proteksi dini dalam membentengi generasi muda dari infiltrasi paham ekstrem, sekaligus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, wawasan kebangsaan, dan kecakapan digital di lingkungan madrasah.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur, menegaskan bahwa madrasah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan ruang vital untuk membentuk karakter siswa yang religius, toleran, dan cinta tanah air. Ia menekankan pentingnya membangun benteng yang kokoh agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai agama dan kebangsaan, terutama melalui penguatan literasi digital agar siswa cerdas memilah informasi.
Dalam sesi materi, tim Densus 88 Antiteror Polri memaparkan pola-pola baru penyebaran paham radikalisme yang kini kian masif memanfaatkan media sosial dan platform digital. Selain mengenali indikator awal paparan ekstremisme, para siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang hadir juga dibekali langkah-langkah preventif yang praktis untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Diskusi interaktif pun mewarnai acara saat peserta antusias membicarakan tantangan menjaga ideologi bangsa di era siber.
Kepala MAN 1 Probolinggo menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi sinergi yang digagas Kemenag dan Densus 88 ini. Edukasi tersebut dinilai menjadi bekal krusial bagi seluruh warga madrasah dalam memperkuat daya tangkal terhadap pemikiran intoleran, sekaligus menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Melalui kolaborasi ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo terus menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi pilar perekat persatuan bangsa. (Ayu Septiana Eka Putri Andayanana/Red**).
