PROBOLINGGO, PATROLI POS
Usia remaja sering kali diwarnai oleh hadirnya benih-benih asmara atau yang akrab disebut “cinta monyet”. Namun, tanpa kesiapan mental, fisik, dan emosional yang matang, implikasi dari keputusan terburu-buru meretas rumah tangga di usia muda justru kerap berujung penderitaan panjang, mulai dari terputusnya akses pendidikan hingga risiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Menyikapi ancaman sosial tersebut, SMP Negeri 1 Lumbang mengambil langkah konkret dengan menggelar kegiatan penyuluhan interaktif bagi para siswa dan siswi. Mengandeng tim Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumbang yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Lumbang, K. Budianto, kegiatan ini mengusung pesan mendalam: “Pernikahan Dini Bukan Solusi, Cinta Monyet Berujung Kekerasan Dalam Rumah Tangga”.
Dalam penyampaian materi bersama para penyuluh dan penghulu, dijelaskan bahwa pernikahan adalah ikatan suci yang menuntut kematangan secara holistik—mulai dari fisik, mental, emosional, hingga ekonomi. Merasakan ketertarikan pada lawan jenis di masa sekolah merupakan hal yang wajar, namun sama sekali bukan menjadi tolok ukur atau alasan yang cukup untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Penyuluh Agama Islam KUA Lumbang, Mari Ulfa, menyampaikan bahwa fokus utama generasi muda saat ini adalah menuntut ilmu dan merajut cita-cita. Menurutnya, ajaran agama juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri serta menunda pernikahan hingga tiba waktu yang tepat dengan kesiapan yang sempurna.
Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Lumbang K. Budianto turut memberikan wejangan menyentuh bagi peserta didik. Mereka mengingatkan bahwa keputusan menahan diri dan menunggu hingga siap secara matang jauh lebih mulia daripada terburu-buru mengambil langkah yang berakhir pada penyesalan di kemudian hari.
Pihak sekolah melalui Kepala SMPN 1 Lumbang menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi dan kepedulian KUA Lumbang. Pihak manajemen sekolah berharap para siswa dapat memahami arti cinta secara bijak, yakni dengan saling mendukung untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik serta berjuang bersama merawat impian masa depan.
Melalui penyuluhan ini, para siswa SMPN 1 Lumbang diharapkan memiliki bekal benteng mental yang kuat, sehingga terhindar dari bahaya pernikahan anak dan siap menyongsong masa depan yang lebih cerah. (Red**).
