SURABAYA, PATROLI POS
Upaya penguatan sistem kesehatan di lingkungan pondok pesantren terus diperkuat. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melalui bidang Promosi Kesehatan menggelar Diseminasi Kajian dan Rekomendasi Pemetaan Kondisi Pondok Pesantren di Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, para Kasi PD Pontren Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Jatim.
Diseminasi tersebut menjadi forum strategis untuk memaparkan hasil kajian kondisi pondok pesantren sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan guna mewujudkan pesantren yang sehat, aman, dan berdaya. Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas pesantren.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pendidikan generasi muda. Karena itu, aspek kesehatan lingkungan, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penguatan layanan kesehatan di pesantren menjadi perhatian utama.
Kegiatan ini selaras dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif.
Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo menyambut baik pelaksanaan diseminasi ini. Ia menilai kajian dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan arah kebijakan yang terukur dan berdampak positif bagi penguatan lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren.
“Sinergi antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki standar kesehatan lingkungan yang baik demi kenyamanan dan keselamatan santri,” ujarnya.
Melalui diseminasi ini diharapkan lahir rekomendasi aplikatif yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, sehingga terwujud Pesantren Sehat dan Berdaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (Mp/Red**).
