Lumajang, Patrolipos – Salah satu kebanggaan orang tua adalah disaat putra putri mereka berhasil selain dalam hal prestasi sekolah, penguasaan ilmu agama juga menjadi suatu hal yang penting.
Memahami agama sebagai suatu kebutuhan dan ajaran yang harus dipelajari harus melalui pembelajaran untuk mengenali agama itu sendiri melalui kitab suci yang menjadi pusat ajaran. Sehingga mempelajari ajaran agama Islam tentu tidak dapat dilepaskan dari kemampuan membaca kitab suci Al Quran yang menggunakan bahasa arab sebagai aslinya.

Dalam rangka memberikan dasar atau fondasi bagi anak-anak untuk mampu membaca Al Quran, beberapa tahun telah didirikan lembaga pendidikan untuk tingkat Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) Roudlotul Mubtadi’in di wilayah Ditotrunan Lumajang -JawaTimur.
Setelah menjalani berbagai proses pendidikan, para siswa yang telah menempuh pendidikan dan lulus tes atau ujian baik di tingkat TPQ ataupun Madrasah Diniyah (Madin), akhirnya dinyatakan lulus dan mengikuti tahap Haflatul Imtihan Akhirussanah dan wisuda pagi ini, Sabtu (5/3/2923) di Gedung Sujono,Jalan Alun-alun Barat.

Kegiatan Haflatul Imtihan Akhirussanah dan wisuda yang dilaksanakan secara terbuka . Kasin ini dimulai dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan Al Quran oleh para siswa TPQ Roudlotul Mubtadiin dan juga hiburan lain, pendidikan yang diakhiri dalam bentuk wisuda.
Sebanyak 92 siswa As-Sakinah berjalan dan naik ke atas panggung diiringi dengan pujian yang dilantunkan oleh seluruh tamu undangan yang hadir seperti guru atau ustad dan ustadzah, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta orang tua selaku wali siswa dan masyarakat sekitar.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Yayasan As-Sakinah Nur Hadi menyampaikan harapannya dengan keberadaan lembaga pendidikan Sakinah tersebut dapat membuat para generasi muda di lingkungan sekitar dapat memajukan pendidikan baik formal maupun pendidikan agama.

“Ternyata animo dan kepedulian masyarakat sangat tinggi untuk memajukan pendidikan salah satunya dengan mengikutsertakan putra putri mereka ke TPQ atau Madin. Tidak terasa kita dapat mengadakan Imtihan ke 23, sesuai dengan umur As-Sakinah,entah siapa nanti yang akan tersambung ke junjungan kita nabi besar Muhammad Saw.Saya juga mengharapkan jangan sampai wali santri mempunyai suudhon terhadap ustad karena putra putri akan sulit menerima ajaran yang di sampaikan,dan Alhamdulillah,as sakinah mewisudai 5 juz meskipun merosot.Tahun lalu as sakinah dapat mewisudah Satri 9 juz . Untuk itu saya harap kita harus mempunyai perasaan khusnuzon terhadap ustadanya,kalau perlu istikhomah agar anak kita dapat fokus dengan baik.Kalau memang ingin
anaknya hafal Qur’an 5 juz, untuk kegiatan exstra lainnya di kurangi,sehingga kelas tafitnya dapat tercapai.Kalau mondok cepat tercapai,kami minta tolong untuk menspots puta-putrinya.Kami atas nama pengasuh dan pembimbing,jika ada kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Dengan adanya TPQ, Madin tersebut, wali santri berharap akan tercipta generasi muda yang ahklaqul kharimah, dapat membaca Al Quran dan juga memiliki pendidikan dasar masalah agama yang bagus.
Para siswa TPQ dan Madin yang telah dinyatakan lulus akhirnya dipanggil satu persatu untuk menerima piagam dan tanda kehormatan kelulusannya.(Dewi)
