PROBOLINGGO, PATROLI POS
Semangat santri kembali menggema di Bumi Seribu Madrasah. Bertempat di Ruang Pertemuan Jabung II Lantai III, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Kementerian Agama dan sejumlah unsur masyarakat lintas sektor menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Peringatan dan Gebyar Hari Santri Nasional ke-X Tahun 2025, Rabu (15/10/2025).
Rapat yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Heri Sulistyanto, didampingi Kabag Kesra Syamsul Huda dan Sekretaris RMI PCNU Kraksaan Mas Fawaid, menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah, ormas Islam, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menyambut hari bersejarah bagi kaum santri.

Dalam arahannya, Gus Fawaid menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial Kemenag dan PCNU, melainkan panggilan moral seluruh komponen bangsa untuk meneguhkan jati diri santri dalam membangun negeri. “Hari Santri bukan semata-mata kegiatan Kemenag dan PCNU, tapi gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Semua punya peran untuk menghidupkan nilai-nilai pesantren di tengah masyarakat,” tegas Gus Fawaid penuh semangat.
Sebagai wujud sinergi, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) di bawah koordinasi PCNU Kraksaan ditunjuk sebagai koordinator utama, menggandeng Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH), Kemenag, dan jaringan madrasah di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Tahun ini, semarak Hari Santri akan dikemas lebih inspiratif dengan partisipasi UMKM One Pesantren One Product (OPOP). Produk-produk unggulan pesantren seperti batik, herbal, kuliner, dan kerajinan tangan akan tampil dalam bazar dan expo santri, sebagai wujud nyata dari fungsi pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Jika tahun lalu kita memamerkan batik, tahun ini kita ingin memperluas makna Hari Santri sebagai ruang pemberdayaan ekonomi umat. Santri tidak hanya berdzikir, tapi juga berfikir dan berwirausaha,” imbuh Gus Fawaid.
Tak kalah penting, lintas OPD pun ikut terlibat aktif. Dinas Perhubungan akan mengatur rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi apel akbar, sementara Dinas Kesehatan menyiapkan tim medis dan layanan cek kesehatan gratis bagi santri dan masyarakat. Beragam lomba olahraga seperti futsal, voli, pencak silat, dan badminton juga akan digelar untuk membangun sportivitas dan kekompakan antarsantri.
Sinergi ini turut diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Probolinggo yang akan membuka peluang kolaborasi lintas lembaga, termasuk dalam pengembangan bazar ekonomi santri. Selain itu, momentum Hari Santri juga akan menjadi sejarah penting dengan rencana launching Peraturan Daerah (Perda) Fasilitasi Pesantren oleh Bupati Probolinggo.
“Perda Pesantren adalah tonggak baru bagi pengakuan negara terhadap peran strategis pesantren dalam pembangunan daerah,” tegas Gus Fawaid.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan Heri Sulistyanto menuturkan bahwa Pemkab juga tengah mempersiapkan kolaborasi dengan Bank Jatim melalui program CSR untuk mendukung peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pesantren.

Sementara Kabag Kesra Syamsul Huda menegaskan bahwa tema Hari Santri tahun ini — “Mengawal Kemerdekaan Indonesia untuk Peradaban Dunia” — menjadi refleksi tanggung jawab santri dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus membangun peradaban global yang damai.
Apel akbar Hari Santri akan digelar di Alun-Alun Kraksaan, dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo, dengan barisan kehormatan dari Banser dan Ansor. Acara akan dimeriahkan dengan drumband dari lembaga pendidikan, paduan suara madrasah, serta pembacaan Teks Resolusi Jihad dan Ikrar Santri oleh perwakilan santri. Mp.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan penyerahan beasiswa Ma’had Aly, santunan anak yatim dan santri dhuafa, serta bantuan bagi marbot masjid — sebagai wujud nyata kepedulian dan cinta sosial kaum santri.
Rapat koordinasi diikuti oleh unsur Kemenag Kabupaten Probolinggo, BAZNAS, PCNU, JQH (Habib Anis), RMI, Dishub, DLH, Kominfo, FKUB, Bagian Umum Setda, serta perwakilan Kasi PD Pontren Ansori dan Kasi Pendidikan Madrasah M. As’adi. “Melalui koordinasi ini, kita ingin memastikan syiar santri dan pesantren hadir bukan sekadar simbol, tetapi menjadi gerakan nyata yang membawa maslahat bagi umat dan bangsa. Semoga Hari Santri tahun ini menjadi kado terbaik dengan lahirnya Perda Pesantren,” pungkas Gus Fawaid penuh harap. Mp.
