MINA, PATROLI POS
Jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam sejumlah kelompok terbang (kloter) menunjukkan kekompakan, semangat kebersamaan, dan pelayanan yang kuat selama menjalani puncak ibadah haji di Mina. Di tengah cuaca panas ekstrem, kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara, serta tingginya mobilitas menuju Jamarat, seluruh unsur petugas, pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta tim kesehatan terus bersinergi mendampingi jemaah.
Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M menjadi momentum penting bagi Kabupaten Probolinggo yang tahun ini mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari kloter awal Embarkasi Surabaya menuju Tanah Suci.
Selain itu, jemaah haji Kabupaten Probolinggo tahun ini juga mendapatkan pendampingan langsung dari Kepala Kementerian Haji Kabupaten Probolinggo, HM. Barzan Ahmadi, yang terus memantau kondisi jemaah dan memastikan pelayanan berjalan optimal sejak keberangkatan hingga fase puncak ibadah di Mina.
Di tengah padatnya aktivitas pelaksanaan lontar jumrah Aqabah, para petugas tetap bersiaga di tenda Mina untuk mendampingi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah risiko tinggi (risti) yang membutuhkan perhatian khusus. Tim kesehatan juga bekerja secara intensif untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil di tengah suhu panas dan tingginya aktivitas fisik selama pelaksanaan ibadah.
Sejumlah jemaah yang mengalami keterbatasan fisik mendapatkan pendampingan khusus, termasuk pelaksanaan tahallul awal dan badal jumrah bagi jemaah yang tidak memungkinkan mengikuti seluruh rangkaian ibadah secara langsung.
Kekompakan antarpetugas dan pembimbing haji menjadi salah satu kekuatan utama pelayanan jemaah asal Kabupaten Probolinggo di Tanah Suci. Seluruh unsur mulai dari pembimbing KBIHU, Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), hingga tim kesehatan terlihat saling mendukung dan bekerja sama dalam mendampingi jemaah.
Hal tersebut disampaikan salah satu petugas kloter asal Probolinggo, Suharto. Ia menuturkan bahwa suasana kebersamaan dan tanggung jawab bersama sangat terasa selama pelaksanaan ibadah haji di Mina.
“Alhamdulillah kekompakan sangat terlihat. Semua unsur baik KBIHU, TPHI, TPIHI, karu, karom, maupun tim kesehatan saling mendukung dan bekerja sama dengan baik demi pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh petugas terus melakukan pendampingan kepada jemaah sejak pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) hingga proses menuju tawaf ifadhah di Masjidil Haram.
“Semua petugas terus melakukan pendampingan jemaah mulai dari Armuzna hingga menuju tawaf ifadhah. Ini menjadi bentuk tanggung jawab bersama agar jemaah tetap aman, nyaman, dan lancar dalam menjalankan ibadah,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif, mengapresiasi soliditas seluruh petugas haji dan pembimbing KBIHU yang terus menjaga kekompakan serta kualitas pelayanan kepada jemaah.
Ia menegaskan bahwa pelayanan haji modern tidak hanya menitikberatkan pada kelancaran ibadah, tetapi juga pada aspek perlindungan, kesehatan, dan kenyamanan jemaah, khususnya kelompok rentan.
Di tengah keterbatasan waktu pelaksanaan ibadah, kepadatan transportasi menuju Masjidil Haram, serta suhu panas yang tinggi di Mina, jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo tetap menunjukkan semangat ibadah dan keteguhan dalam menjalankan rukun haji. Kebersamaan, kepedulian, dan semangat melayani menjadi warna tersendiri bagi perjalanan haji tahun 2026. (Mp/Red**).
