PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus memperkuat peran strategisnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan zakat dan pengembangan wakaf produktif. Komitmen tersebut ditandai dengan pengajuan bantuan dan kerja sama program kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag dalam rangka mendukung Program Peluncuran Desa Merdeka Sumbersuko, Kecamatan Dringu. Rabu, (28/01/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, dengan agenda *Launching Program Kampung Mandiri* atau *Integrated Farming Mushroom Project* ini menjadi wujud nyata sinergi antara Kemenag, lembaga zakat, dan para pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis dana keagamaan.
Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menegaskan bahwa zakat dan wakaf memiliki potensi besar sebagai instrumen sosial-ekonomi umat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
“Kemenag mendorong penguatan kolaborasi dengan UPZ dan mitra strategis agar zakat dan wakaf tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PenZawa) Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, bersama jajaran tim Kemenag. Kehadiran mereka menegaskan peran aktif Kemenag dalam pembinaan, pengawasan, dan penguatan tata kelola zakat dan wakaf di daerah.
Dari unsur mitra, hadir pimpinan LAZNAS Yatim Mandiri beserta stakeholder terkait yang selama ini berkontribusi dalam program pemberdayaan masyarakat. Kerja sama ini diarahkan pada pengumpulan zakat yang lebih optimal serta pengembangan wakaf produktif sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis desa.
Program Desa Merdeka Sumbersuko diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan peran pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian ekonomi, memperluas akses pemberdayaan, serta meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Melalui sinergi ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai motor penggerak transformasi sosial-keagamaan yang berdampak nyata bagi umat. (Mp/Red**).
