PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan pembinaan bagi lembaga pendidikan keagamaan yang diikuti sedikitnya 56 peserta, terdiri atas kepala dan bendahara TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), serta pondok pesantren se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan penyampaian materi lebih efektif dan berdampak, pada Selasa 18/11/2025.
Pembinaan dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo melalui Kasubbag Tata Usaha, Muhammad Sakdun. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya akuntabilitas dan ketertiban administrasi, terutama terkait pengelolaan bantuan pemerintah.
Kemenag salah satu dari Kementerian / Lembaga yang terkena efisiensi tapi tidak menjadi alasan untuk terus berkontrisusi dalam turut mensukseskan pembangunan bangsa dan negara ini. Karenanya setiap bantuan pemerintah meskipun nilainya kecil, wajib dipertanggungjawabkan secara tepat waktu, tepat guna, dan sesuai regulasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan pemerintah merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi lembaga pendidikan swasta dalam mendukung pelayanan pendidikan. Karena itu, ketertiban administrasi menjadi syarat mutlak untuk menjaga kepercayaan dan kelancaran penyaluran bantuan di masa mendatang.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ansori, mengajak seluruh peserta untuk memperkuat implementasi program Pesantren Ramah Anak, Madrasah Ramah Anak, dan Pendidikan Islam Ramah Anak. Program tersebut dijalankan melalui sinergi antara Kemenag, Pemerintah Daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Anak, serta para penyuluh agama di 24 kecamatan.

Ansori menegaskan bahwa penguatan kultur ramah anak dan peningkatan akuntabilitas lembaga harus berjalan seiring. “Setiap bantuan dari manapun sumbernya wajib dipertanggungjawabkan dengan baik dan digunakan sesuai peruntukannya. Ini penting untuk menjamin kepercayaan publik dan keberlanjutan program,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas administrasi dan tata kelola lembaga pendidikan Islam sehingga lebih profesional, transparan, dan berdaya saing. Mp/Red**
