JEMBER, PATROLI POS
Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Timur melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melanjutkan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Bidang Sosial Tahun 2025, Setda Provinsi Jatim menyelenggarakan agenda krusial: Advokasi Kebijakan Pengembangan Tim Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA) Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Kegiatan strategis yang dipimpin Pemprov Jatim ini diselenggarakan pada Selasa, 18 November 2025, bertempat di UPT. Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau Disperindag Prov. Jatim, Jl. Kalimantan No. 1 Krajan Timur, Kab. Jember.

Rapat advokasi yang menekankan koordinasi vertikal ini dihadiri oleh jajaran lengkap pemangku kepentingan di wilayah tapal kuda, di antaranya Kepala Kantor Kemenag dari Kab. Probolinggo, Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Kota Lumajang, dan Kota Probolinggo. Kepala Bagian Kesra dari Kab. Probolinggo, Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, dan Kota Probolinggo.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, dalam kesempatan tersebut menyoroti keseriusan wilayahnya dalam menghadapi potensi bencana.
Dr. Samsur menyampaikan bahwa menyikapi musibah yang terjadi, Kabupaten Probolinggo telah melakukan upaya khusus. “Kabupaten Probolinggo memiliki sekitar 308 pesantren yang sudah ber-ijop (berizin operasional). Dengan semua kondisi dan permasalahan yang ada, seperti rawan bencana longsor dan lain sebagainya, upaya pencegahan harus dilakukan agar permasalahan seperti yang terjadi kemarin tidak terulang,” tegas Dr. Samsur.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi dukungan legislatif dan eksekutif daerah. Atas inisiasi DPRD, Kabupaten Probolinggo telah berhasil merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren dan kini tengah menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) terkait. Perda ini diharapkan menjadi landasan hukum kuat untuk mendukung pengembangan Tim PESTANA dan memastikan kesiapsiagaan seluruh pesantren di Kabupaten Probolinggo.
Advokasi kebijakan yang digagas Setda Provinsi Jatim ini diharapkan dapat memicu langkah serupa di kabupaten/kota lain, memastikan seluruh komunitas pesantren di Jawa Timur menjadi komunitas yang tangguh, siap siaga, dan mampu berperan aktif dalam mitigasi bencana. Fjr/Red**
