PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar pembinaan bagi pengasuh pesantren, pimpinan TPQ, Madin, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Aula Al-Ikhlas Kemenag, Senin (20/10). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan bantuan pesantren dan memperkuat manajerial lembaga.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Dr. Samsur, menekankan pentingnya integritas dan administrasi yang tertib dalam pengelolaan dana bantuan dari APBN baik berupa BOS, PIP, BOP, Insentif, Inkubasi maupun lainnya harus baik dan sesuai Juknis, ternagnya. “Proses pengelolaan harus tepat perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Tidak ada toleransi terhadap praktik pungutan ilegal,” ujar perwakilan Kemenag.
Selain itu, Kemenag mengingatkan pentingnya pemutakhiran data Emis untuk memastikan kebijakan dan bantuan yang tepat sasaran. “Data yang akurat akan menentukan masa depan lembaga dan memperlancar proses bantuan,” tambahnya.

Pembinaan ini juga membahas peraturan daerah terkait pesantren di Probolinggo dan pentingnya perpanjangan piagam serta SK yang berkaitan dengan pesantren. Kemenag menegaskan, bantuan yang diterima harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemajuan lembaga.
Kemenag mengimbau lembaga untuk selalu siap dengan administrasi yang rapih dan akurat. “Kerja jujur dan tertib administrasi akan memberikan keberkahan, baik di dunia maupun akhirat,” pungkasnya.
Dengan pembinaan ini, diharapkan lembaga pendidikan keagamaan dapat meningkatkan manajerial dan pengelolaan anggaran secara lebih profesional dan transparan. Mp/Red**
