Probolinggo, Patrolipos
Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza mendorong agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin baik dan memberi dampak positip bagi masyarakat. Termasuk kata Faisol Riza, BUMN Waskita Karya yang banyak mengerjakan infrastruktur-infrastruktur besar di Indonesia.
“Saya memberikan apresiasi terhadap segala kontribusi aktif yang dilakukan oleh Waskita Karya dalam membangun negeri dengan senantiasa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kontruksi,” kata Faisol Riza.
Sebagai perusahaan milik pemerintah, kata Ketua DPP PKB ini, Waskita Karya memiliki fungsi sebagai katalisator pembangunan di tanah air. Perannya sangat strategis dalam mendukung program pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional melalui pembangunan infrastruktur yang diarahkan untuk penyediaan layanan dasar, peningkatan konektivitas serta dukungan pemulihan ekonomi.
Waskita Karya, menurutnya, sudah berkontribusi membangun infrastruktur besar di tanah air, antara lain jalan-jalan tol, proyek-proyek bendungan, apartemen, jaringan listrik nasional, pengembangan masjid dan lainnya.
Tidak hanya itu Waskita Karya juga berperan aktif dalam pembangunan beberapa Bandara di Indonesia. “Tetapi kita tentu juga melihat masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh BUMN ini,” ungkap dia 20 Desember 2022.
Faisol Riza yang getol membela kepentingan rakyat ini berharap masyarakat berpartisipasi dengan menyampaikan aspirasi untuk perbaikan BUMN. Sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap ada masukan-masukan dari masyarakat yang nantinya kita sampaikan ke Kementerian BUMN. Hal ini penting supaya kinerja BUMN kita bisa lebih baik lagi kedepannya,”pungkasnya.
Perlu diketahui, kalau PT Waskita berdiri pada 19 Juni 2014, PT Waskita Toll Road (WTR) merupakan anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang bergerak di bidang investasi jalan tol. Namun Pada tahun 2018, WTR berhasil meraih prestasi dengan kepemilikan 18 ruas tol dengan total panjang hingga 1.019 Km.
Dengan membangun ruas-ruas tol baru dan mengambil alih proyek ruas tol yang belum berjalan, WTR berhasil mendorong pertumbuhan arus distribusi logistik
maupun masyarakat yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayah di mana ruas-ruas tol tersebut berada.
Dalam lingkup bisnisnya, WTR fokus melakukan asset recycling pada ruas-ruas tol tersebut kepada investor strategis. Saat ini, WTR memiliki 10 ruas tol dengan total panjang hingga 561 Km yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.
WTR memiliki visi untuk menjadi perusahaan investasi jalan tol terkemuka di Indonesia. Hal ini dicapai melalui sumber daya manusia yang kompeten, sistem teknologi yang terintegrasi, sinergi dengan rekan bisnis, serta inovasi yangd ijalankan sesuai dengan nilai-nilai AKHLAK.
Ke depannya, WTR fokus dalam merealisasikan aksi korporasi serta mempercepat penyelesaian konstruksi ruas-ruas tol yang sedang dibangun.
Hal ini sejalan dengan misi WTR dalam membangun ruas-ruas tol yang terintegrasi untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Sumatera.
Kepemilikan Saham Mayoritas
• Jalan Tol Pemalang – Batang (39,20 Km)
• Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo (43,75 Km)
• Jalan Tol Ciawi – Sukabumi (54 Km)
• Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (16,78 Km)
• Jalan Tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar (38,29 Km)
• Jalan Tol Kayuagung – Palembang – Betung (111,69 Km)
Kepemilikan Saham Minoritas
• Jalan Tol Cimanggis – Cibitung (26,18 Km)
• Jalan Tol Depok – Antasari (27,95 Km)
• Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (60,10 Km)
• Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143,25 Km)
Aksi Korporasi
• Desember 2019
: Jalan Tol Solo – Ngawi (90,43 Km)
• Desember 2019
: Jalan Tol Ngawi – Kertosono (108,20 Km)
• April 2021
: Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi (61,70 Km)
• Juni 2021
: Jalan Tol Semarang – Batang (75 Km)
• Juni 2021
: Jalan Tol Cinere – Serpong (10,14 km)
• Oktober 2021
: Jalan Tol Cibitung – Cilincing (34,76 Km)
• Juni 2022
: Jalan Tol Cimanggis – Cibitung (26,18 Km)
• Agustus 2022
: Jalan Tol Kanci – Pejagan (35 Km)
• Agustus 2022
: Jalan Tol Pejagan – Pemalang (57,50 Km).
(Red)
