Probolinggo, Patrolipos
Pemerintah Kota Probolinggo menggelar peringatan Hari Bumi Sedunia dengan cara yang unik dan berkesan. Melalui Gerakan Tanam Seribu Pohon Mangga, Kota Probolinggo berbenah menjadi pusat kota mangga yang potensial. Acara yang berlangsung di Taman Wisata Studi Lingkungan mengundang partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat, menandai komitmen bersama dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Penjabat Wali Kota, Nurkholis, menjelaskan alasan di balik pemilihan pohon mangga untuk gerakan ini. Mangga bukan hanya sekadar buah, melainkan juga menjadi identitas khas Kota Probolinggo. Dengan kebijakan ini, Kota Probolinggo berharap untuk semakin dikenal sebagai pusat mangga yang berkualitas.
Lebih dari sekadar penanaman pohon, Nurkholis mendorong penyelenggaraan festival mangga untuk mengangkat nama Kota Probolinggo ke tingkat nasional. Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga pada kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Pohon mangga yang ditanam merupakan varietas asli Kota Probolinggo, menggarisbawahi kekayaan alam yang dimiliki daerah ini. Rencananya, penanaman pohon mangga tidak hanya terbatas di Taman Wisata Studi Lingkungan, melainkan akan meluas ke seluruh Kota Probolinggo. Dengan demikian, Kota Probolinggo berupaya untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang lebih luas dan terjaga.
Dalam upaya menjadikan Kota Probolinggo lebih hijau, penanaman pohon mangga juga mengundang partisipasi aktif dari masyarakat. Bibit pohon mangga akan dibagikan kepada warga untuk ditanam di berbagai lokasi, memperluas jejak hijau Kota Probolinggo.
Komitmen lingkungan tidak hanya diwakili oleh pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, militer, lembaga peradilan, dan sektor swasta. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi modal berharga dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
Dengan Gerakan Tanam Seribu Pohon Mangga, Kota Probolinggo membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus berhenti pada peringatan-peringatan simbolis. Melalui aksi nyata seperti ini, Kota Probolinggo menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam menjaga alam dan membangun identitas lokal yang kuat.
Reporter : Sayful
Narasumber : Kominfo Kota
