Probolinggo, Patrolipos
Kota Probolinggo kembali menjadi pusat perhatian nasional dengan digelarnya Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dan Final Project Diklat Integrasi Sesparlu dari Kementerian Luar Negeri. Acara ini juga diikuti oleh peserta PKN Tingkat II dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri. Pada Senin (03/06/24), sebanyak 30 diplomat peserta Diklat Sesparlu diterima oleh Penjabat Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, di Ruang Command Center Kantor Wali Kota.

“Kami sangat berkepentingan dengan kehadiran bapak ibu. Karena hasil dari diklat ini akan menghasilkan final project tentang bagaimana menonjolkan keunggulan komparatif Kota Probolinggo yang bisa digali potensinya, seperti pariwisata, budaya, dan UMKM,” ujar Nurkholis.
Visitasi ini bertujuan untuk menggali potensi, kebutuhan, dan tantangan yang ada di Kota Probolinggo serta memberikan rekomendasi pengembangan kota. Setiap tahunnya, lebih dari 15 kapal pesiar berlabuh di Probolinggo. Gereja Merah yang hanya ada dua di dunia juga menjadi daya tarik unik kota ini. Nurkholis berharap visitasi ini bisa menghasilkan proyek unggulan yang dapat menarik lebih banyak wisatawan.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Mohammad Kurniadi Koba, menjelaskan bahwa agenda Diklat Sesparlu ini melibatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengkaji tantangan dan kendala yang dihadapi Probolinggo dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi, lingkungan hidup, dan tata kelola pemerintahan.
“Agenda Sesparlu kali ini adalah kunjungan ke daerah untuk dedikasi keunggulan komparatif. Topiknya ada tiga, yaitu peningkatan kapasitas pariwisata dan promosi produk UMKM, pemanfaatan teknologi pengelolaan limbah, dan konsultasi bisnis serta pembangunan jejaring untuk meningkatkan produktivitas Kota Probolinggo,” jelasnya.
Diklat Sesparlu dan PKN Tingkat II berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 3-6 Juni. Peserta diklat dibagi menjadi tiga kelompok dengan fokus berbeda: pertumbuhan dan pemulihan ekonomi, diplomasi hijau dan keberlanjutan, serta tata kelola pemerintahan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Mia, salah satu peserta Diklat Sesparlu, menambahkan bahwa diklat ini tidak hanya meningkatkan kapasitas sebagai diplomat, tetapi juga menambah pengetahuan dan kompetensi dalam mengelola tata kelola pemerintahan yang baik.
“Jadi kunjungan kami ini merupakan bagian dari Diklat Sesparlu dan PKN Tingkat II. Selain meningkatkan kapasitas kami sebagai diplomat, kami juga belajar mengelola tata kelola pemerintahan untuk mencapai tujuan kebijakan nasional,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Narasumber : Kominfo Kota
