PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dalam upaya meningkatkan kualitas bimbingan pra-nikah bagi calon pengantin, KUA Wonomerto kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan XIV, pada Kamis 20/11/2025. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan calon pengantin yang dijadwalkan menikah dalam waktu dekat.
Kepala KUA Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H membuka kegiatan tersebut sekaligus menjadi narasumber utama. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Bimwin memiliki peran strategis dalam mempersiapkan catin agar memiliki bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam membangun keluarga sakinah.

“Bimbingan pra-nikah bukan hanya formalitas administrasi, tetapi merupakan langkah penting untuk memastikan calon pengantin benar-benar siap menjalani kehidupan rumah tangga. Bimwin adalah sarana pembinaan untuk mencetak keluarga yang harmonis, berkualitas, dan sesuai tuntunan syariat dan undang-undang negara,” tegas H. Wawan.
Dalam penyampaian materinya, H. Wawan menjelaskan berbagai aspek penting terkait kehidupan rumah tangga, mulai dari makna pernikahan sebagai mitsaqan ghalizha, peran dan tanggung jawab suami istri, teknik komunikasi efektif, hingga manajemen konflik dalam keluarga.
Materi diberikan secara sistematis dan interaktif, sehingga peserta dapat memahami dengan lebih mudah dinamika pernikahan dan tantangan yang mungkin dihadapi kelak.

Selain pemateri dari KUA, kegiatan Bimwin Angkatan XIV ini juga menghadirkan narasumber dari Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Wonomerto. Sesi ini berfokus pada kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan pentingnya pengaturan kehamilan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Narasumber menyampaikan bahwa komitmen bersama antara suami dan istri sangat diperlukan dalam menentukan arah keluarga, termasuk dalam memilih metode KB yang tepat serta menjaga kesehatan fisik dan mental pasangan.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, para calon pengantin tampak aktif berpartisipasi dalam diskusi, sesi tanya jawab, serta kegiatan interaktif yang disiapkan oleh narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan kesadaran akan pentingnya bekal pra-nikah sebagai dasar membangun keluarga berkualitas.
Beberapa peserta mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam memahami peran masing-masing dalam rumah tangga dan pentingnya komunikasi yang baik. Red**
