LUMAJANG, PATROLIPOS – Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri, lingkungannya dan Tanah airnya yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat dalam upaya mewujudkan cita-cita Nasional.
Dalam hal ini, pemahaman wawasan kebangsaan sangat penting dan harus disadari bagi setiap orang, khususnya bagi generasi milenial. Kecamatan Senduro, kabupaten Lumajang, Jawa Timur menggelar Pembinaan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Senin (22/05/2023). Camat Senduro, Pujianto kepada awak media mengatakan bahwa Wasbang ini adalah gawenya kecamatan kolaborasi dengan DPRD kabupaten Lumajang. “Ada Lima narasumber dari DPRD, Bu Sujiarti dari partai Demokrat, Suwigsan dari partai Golkar, Hadi dari PPP, Amin dari partai Gerindra dan Supratman dari PDIP. Kegiatan Wasbang ini juga dilakukan disetiap kecamatan, untuk sumber dana dari anggaran pemerintah kabupaten”, ujar Pujianto.
Mewakili para narasumber, Bu Sujiarti dari partai Demokrat saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa dirinya diundang kecamatan Senduro beserta Empat anggota DPRD Lumajang sebagai narasumber. “Wawasan kebangsaan ini sangat luas, dimana penghayatan dan pengamalan Pancasila yang sudah mulai mengendor harus diperingatkan masyarakat ini. Wawasan kebangsaan ini adalah wadah silaturahmi dan bertukar pikiran untuk mengasah asuh saling menyayangi, karena Pancasila itu sendiri yang dilakukan oleh masyarakat itu dalam perjalanan hidup sehari-hari”, ungkap Sujiarti.
“Kenapa partai politik yang diajak, jadi pandangan masyarakat itu sebetulnya partai politik satu sama lain itu tidak harmonis, tapi kita menyelenggarakan berlima ini sangat harmonis. Disini kami menyimpulkan bahwa supaya ditiru oleh masyarakat luas, bahwa kami yang pejabat politik ini bisa harmonis bersama teman-teman, duduk bersama, bercengkrama menimbulkan ide bareng terkait kemaslahatan masyarakat. Tapi terkadang kita juga dinilai bahwa sama-sama pekerja partai atau politisi dari satu dengan yang lain itu tidak harmonis, tapi kami mengedepankan keharmonisan”, pungkas Sujiarti.
Tanpa adanya pemahaman wawasan kebangsaan bagi generasi muda milenial, maka kedepannya bangsa Indonesia semakin kehilangan jatidiri karena generasi milenial akan menurun cinta Tanah Airnya, menurun cinta Tanah airnya, menurun rela berkorbannya demi NKRI, menurunnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 serta Bhinneka Tunggu Ika. (Jwo)
