SITUBONDO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Situbondo melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan kualitas pendidikan religi. Bekerja sama dengan FKGPAI Kabupaten Situbondo, mereka menggelar seminar bertajuk “Peran Kemenag Kabupaten Situbondo dalam Mewujudkan Situbondo Kota PAI” pada Rabu (11/02/2026).
Acara yang berlangsung khidmat di Auditorium SMP Negeri 1 Situbondo ini dihadiri, Amak Burhanuddin (Kabid PAIS Kanwil Kemenag Jawa Timur), Muhammad Mudhofar (Kepala Kankemenag Kab. Situbondo), Asisten Pemkab Situbondo, Khairul Munir (Kasi PAIS), para Pengawas PAI, Ketua KKG, MGMP PAI, serta Guru PAI (GPAI) dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK se-Kabupaten Situbondo.
Peran Strategis Guru PAI
Dalam seminar tersebut, ditekankan bahwa Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) adalah ujung tombak dalam membentuk karakter peserta didik. Tak hanya sekadar mengajar, GPAI memiliki peran strategis dalam:
- Membangun budaya religius di lingkungan sekolah.
- Memperkuat moderasi beragama untuk menjaga harmoni.
- Meningkatkan literasi teknologi agar mampu bersaing di era digital.
- Mendorong prestasi siswa di bidang akademik maupun spiritual.

Program Unggulan: PAIS Ramadan 1447 H
Kabid PAIS Kanwil Kemenag Jatim, Amak Burhanuddin, turut memaparkan program inovatif PAIS Ramadan 1447 H melalui “9 Cinta”. Program ini dirancang sebagai instrumen penguatan nilai-nilai keislaman yang diharapkan memberikan dampak nyata, baik bagi perilaku peserta didik maupun lingkungan sosial sekitarnya.
“Sinergi adalah kunci. GPAI harus aktif mendukung program Kemenag, termasuk penguatan wakaf uang serta partisipasi dalam pendidikan karakter yang moderat,” tegas Muhammad Mudhofar, Kepala Kankemenag Situbondo.
Seminar ini diharapkan menjadi langkah konkret dan berkelanjutan untuk menjadikan Situbondo sebagai Kota PAI yang tidak hanya religius secara simbolis, tetapi juga moderat dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. (Jay/Red**).
