PROBOLINGGO, PATROLI POS
Langkah strategis diambil oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, dalam menekan angka perceraian dan stunting. Melalui kolaborasi lintas sektor, KUA Bantaran menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 26 pasangan calon pengantin (catin) di Pendopo Kecamatan Bantaran pada Kamis (2/7/2026). Mengusung tema “Pernikahan Bahagia Berawal dari Persiapan yang Matang”, agenda ini dirancang untuk membekali para calon nakhoda rumah tangga secara komprehensif, baik dari sudut pandang religi maupun kesehatan fisik.
Sepanjang acara, atmosfer interaktif begitu terasa. Puluhan peserta tampak antusias melontarkan pertanyaan dan berdiskusi hangat dengan para narasumber seputar dinamika kehidupan pernikahan. KUA Bantaran menerjunkan fasilitator andal untuk membedah materi krusial, mulai dari hak dan kewajiban suami istri, manajemen konflik, komunikasi sehat, hingga penguatan nilai keagamaan demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kesiapan membangun keluarga nyatanya tidak melulu soal mental dan spiritual. Menyadari hal itu, KUA Bantaran menggandeng Puskesmas dan PLKB Kecamatan Bantaran. Pihak Puskesmas mengupas tuntas pentingnya kesehatan reproduksi, pemeriksaan medis pra-nikah, pemenuhan gizi calon ibu, pencegahan anemia, hingga edukasi preventif terkait stunting sejak masa prakonsepsi. Sementara itu, PLKB melengkapinya dengan materi perencanaan keluarga dan program Keluarga Berencana (KB).
Kepala KUA Kecamatan Bantaran, Ananto Pratikno, menegaskan bahwa pembinaan keluarga merupakan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar prosesi akad, melainkan awal dari perjalanan panjang yang menuntut kedewasaan dan bekal ilmu yang matang. Melalui sinergi antara KUA, Puskesmas, dan PLKB, diharapkan para catin mendapatkan perspektif yang utuh untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
Sinergi ini juga diperkuat oleh keterlibatan penuh seluruh elemen KUA Bantaran, termasuk penghulu, penyuluh agama Islam, hingga staf administrasi yang sigap mengawal jalannya acara. Menutup kegiatan tersebut, Ananto berharap ilmu yang didapat bisa menjadi fondasi kuat bagi para peserta untuk membangun keluarga yang harmonis, sehat, mandiri, serta mampu melahirkan generasi masa depan yang berkualitas bagi bangsa. (MH/Red**).
