PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dalam upaya memperkuat tata kelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Tim Manajemen BOS melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pada lembaga penerima BOS di bawah naungan pondok pesantren se-Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan, mulai 22 Juni hingga 2 Juli 2026, menyasar lembaga Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren (PKPPS), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Monitoring dilaksanakan secara langsung dengan mengunjungi satu per satu lembaga penerima BOS sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan agar pengelolaan dana bantuan pemerintah berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Ansori, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bukan semata-mata untuk memeriksa administrasi, tetapi lebih kepada memberikan pembinaan agar lembaga semakin tertib dalam mengelola dana BOS.
“Melalui monitoring ini kami ingin memastikan pengelolaan dana BOS dilaksanakan sesuai petunjuk teknis, mulai dari perencanaan, pemanfaatan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan dan konsultasi bagi lembaga agar tata kelola keuangannya semakin baik,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Tim Manajemen BOS melakukan verifikasi terhadap berbagai instrumen pengelolaan BOS, di antaranya legalitas kelembagaan, dokumen perencanaan dan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA), realisasi penggunaan dana, kelengkapan administrasi keuangan, bukti pengeluaran, penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), serta kesesuaian pemanfaatan dana dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, tim juga memastikan bahwa penggunaan dana BOS benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di pondok pesantren, seperti terpenuhinya kebutuhan pembelajaran, tersedianya sarana pendukung pendidikan, serta meningkatnya kualitas tata kelola lembaga.
Selama kunjungan, Tim Manajemen BOS juga memberikan pendampingan kepada pengelola lembaga terhadap berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan BOS. Pendekatan pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pengelola dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap seluruh lembaga PKPPS, SPM, dan PDF semakin tertib dalam pengelolaan dana BOS, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga penyusunan SPJ. Dengan tata kelola yang baik, dana BOS diharapkan memberikan manfaat yang optimal dalam mendukung peningkatan mutu ;pendidikan keagamaan di lingkungan pondok pesantren serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam. (Mp/Red**).
