PROBOLINGGO, PATROLI POS
Buntut dari viralnya kegiatan Imtihan kurang etis di salah satu lembaga di bawah naungannya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo langsung mengambil tindakan tegas.
Usai senam pagi pada Jumat (3/7/2026), seluruh guru ASN, baik PNS maupun PPPK, langsung dikumpulkan di Aula Al Ikhlas. Mereka diberikan pembinaan khusus dan “ditatar” langsung oleh Kepala Kantor Kemenag, Dr. Samsur, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Muhammad Sa’dun, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Ansori, serta Analis SDM Abdul Hadi.

Langkah responsif ini diambil menyusul maraknya sorotan tajam publik terkait acara Imtihan madrasah yang dinilai melangkahi batas kesopanan dan mencoreng citra dunia pendidikan Islam.
Dengan nada lugas, Kepala Kemenag Samsur mengingatkan para guru bahwa status mereka adalah panutan masyarakat. Ia meminta seluruh tenaga pendidik tidak melakukan tindakan konyol yang menabrak adab.
"Hal-hal sederhana yang bertentangan dengan adab tidak sepatutnya dilakukan oleh guru agama maupun ASN Kemenag. Jagalah marwah guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru!" tegas Samsur di hadapan ratusan ASN.
Tak hanya soal moral, Samsur juga menyentil masalah kedisiplinan ASN yang kerap menuntut hak (seperti selisih Tukin), namun abai terhadap kewajiban. Ia menegaskan, ASN Kemenag wajib siap ditempatkan di mana saja dan bekerja sesuai regulasi.
Di akhir acara, pihak Kemenag juga membuka ruang klarifikasi terkait polemik selisih tunjangan kinerja (tukin) yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan guru. (Mp/Red**).
