PROBOLINGGO, PATROLI POS
Komitmen penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan pesantren kembali ditegaskan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui peluncuran buku bertajuk “Transformasi Pendidikan Pesantren: Dari Tradisi Keagamaan ke Moderasi Beragama”.
Buku ini ditulis oleh Pengawas Madrasah, Nur Kilat Andiono, S.Pd.I., M.Fil.I., M.Pd, dan diperkaya dengan kontribusi pemikiran dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur. Karya tersebut menjadi refleksi komprehensif atas dinamika pesantren dalam menjaga tradisi sekaligus bertransformasi menghadapi tantangan zaman.
Dalam tulisannya yang berjudul “Urgensi Pendidikan Moderasi Beragama dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”, Dr. Samsur menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan pilar utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang majemuk. “Pendidikan moderasi beragama harus menjadi ruh dalam sistem pendidikan, khususnya di pesantren dan madrasah, agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam menyikapi perbedaan,” tegasnya.
Lebih dari sekadar karya akademik, buku ini mengurai peran strategis pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis tradisi dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke dalam praktik kehidupan sosial yang harmonis, inklusif, dan toleran.
Apresiasi atas terbitnya buku tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Probolinggo, Moh. Sa’dun. Ia menilai karya ini sebagai kontribusi nyata dalam memperkaya literasi pendidikan Islam yang moderat sekaligus menjadi referensi penting bagi para pemangku kepentingan. “Kehadiran buku ini menjadi bukti bahwa insan Kementerian Agama terus berinovasi dalam penguatan literasi keagamaan yang moderat. Ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya. Pada Kamis 09/04/2026.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren), Ansori, berharap peluncuran buku ini dapat menjadi pemantik semangat berkarya di kalangan aparatur sipil negara (ASN). “Kami berharap peluncuran buku ini menjadi stimulus bagi ASN lainnya untuk terus berkarya, melahirkan gagasan dan tulisan yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” tuturnya.
Sebagai referensi akademik sekaligus panduan praktis, buku ini diharapkan mampu menjadi rujukan dalam implementasi nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan pendidikan, khususnya pesantren dan madrasah, baik di Kabupaten Probolinggo maupun secara nasional.
Peluncuran ini sekaligus mempertegas komitmen Kementerian Agama dalam mendukung program penguatan moderasi beragama sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, toleran, dan berintegritas. (Mp/Red**).
