PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC-FKDT) Kabupaten Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) DPAC FKDT Kraksaan pada Kamis (12/2/2026) di Madin Baitul Abror Randokuning, Kecamatan Kraksaan. Kegiatan dimulai pukul 12.30 WIB dan dihadiri para pengurus serta perwakilan lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kecamatan Kraksaan.
Rakor ini dilaksanakan berdasarkan surat resmi DPC-FKDT Kabupaten Probolinggo Nomor 017/DPC-FKDT/PROB/II/2026 tertanggal 7 Februari 2026. Dalam undangan tersebut, DPC-FKDT menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) untuk memberikan arahan dan pembinaan.
Ketua DPC-FKDT Kabupaten Probolinggo, Gus Ahmad Ubaidillah, menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi dan konsolidasi antar pengurus serta meningkatkan kualitas tata kelola madrasah diniyah di tingkat kecamatan.
Dalam sesi pembinaan, Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya tertib administrasi, validitas data kelembagaan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Ia mengingatkan agar seluruh madrasah diniyah memastikan kelengkapan perizinan, pembaruan data EMIS, serta pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan sesuai pedoman.
“Penguatan manajemen kelembagaan menjadi kunci keberlangsungan madin. Administrasi harus tertata, laporan tepat waktu, dan proses pembelajaran berjalan efektif sesuai ketentuan,” tegasnya.
Ia juga mendorong FKDT untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam pembinaan dan pengawasan, sehingga madrasah diniyah mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter islami.
Sementara itu, Sekretaris DPC-FKDT, Ust. Syamsul Arifin, S.Pd, menambahkan bahwa forum rakor menjadi momentum evaluasi program kerja sekaligus mempererat silaturahmi antar lembaga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan diniyah di wilayah Kraksaan, sehingga keberadaan madrasah diniyah semakin kokoh sebagai pilar pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. (Mp/Red**).
