Probolinggo, Patrolipos
Jumat 19 Mei 2023 Laboratorium Administrasi Publik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan Sosialisasi Pengembangan Badan Usaha Miliki Desa (BUMDesa) yang bertempat di Kantor Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Dalam acara tersebut dihadirkan dua ahli pembangunan dan pemberdayaan dari Lab. Administrasi Publik yaitu Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP. dan Muhammad Agus Muljanto, S.E., M.Si. Adapun peserta dalam sosialisasi ini adalah Peserta KKNT MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur se-Kecamatan Sumberasih dan perwakilan dari desa.

Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP. menjelaskan bahwa keberadaan BUMDesa sangat penting bagi pembangunan pedesaan.
BUMDesa jika dikelola dengan baik, akan menjadi lokomotif bagi kemajuan desa. Sudah banyak desa di Indonesia yang sukses mengelola BUMDesanya dan menjadi desa maju.
Bisa dibayangkan jika seluruh desa yang ada di Indonesia memiliki lokomotif ekonomi yang handal, tentu ini akan menjadi pendongkrak kemajuan bangsa. Untuk itu diperlukan pemahaman dari segenap elemen masyarakat desa tentang BUMDesa.
BUMDesa adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa dan ditujukan untuk mengelola aset, jasa pelayanan, serta usaha lainnya demi kesejahteraan masyarakat desa. Ada beberapa pilihan usaha yang dapat dipilih oleh BUMDesa sebagai usahanya, antara lain bisnis sosial, penyewaan, perantara, produksi, keuangan, dan holding. Ini tentu saja tergantung bagaimana potensi ekonomi desa untuk dijadikan dasar memilih bisnis.
Selanjutnya, Muhammad Agus Muljanto, S.E., M.Si menjelaskan tetang kajian kelayakan usaha. Banyak BUMDesa, yang sudah berdiri namun stagnan/tidak berkembang. Oleh sebab itu diperlukan kajian kelayakan usaha lebih lanjut. Kajian kelayakan usaha mencakup aspek-aspek seperti: pasar dan pemasaran; teknologi; manajemen dan SDM; keuangan; kondisi sosial budaya setempat; dan aspek hukum/legalitas.
Adapun tujuan kajian kelakan usaha adalah untuk memilih jenis usaha yang paling optimal, dapat memperkecil kegagalan atau resiko usaha, serta tersedianya data untuk menyusun perencanaan usaha. Diharapkan dengan kajian kelayakan usaha, akan dapat dipilih dan dikembangkan jenis usaha yang sesuai potensi desa. Dengan demikian, BUMDesa akan berjalan optimal dan berkelanjutan, pungkasnya.
Reporter : Sayful
Penulis: Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP. dan Muhammad Agus Muljanto, S.E., M.Si.
